- Logika adalah suatu sistem berbasis proposisi
- Sistem adalah kesatuan
yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi untuk mencapai
suatu tujuan.
- Proposisi adalah suatu pernyataan (statement) yang dapat bernilai benar (true) atau salah
(false), tetapi tidak keduanya.
- Dikatakan bahwa nilai kebenaran suatu
proposisi adalah salah
satu dari Benar (True) disajikan
dengan T atau Salah (False) disajikan
dengan F.
- Dalam untaian digital
(digital circuits) disajikan
dengan 0 dan 1.
- Jika proposisi-proposisi akan dikombinasikan
untuk memperoleh proposisi baru maka
diperlukan operator logika yang dilambangkan sebagai berikut.
- ¬ : ’not’ tau negasi
- ∧ : ’and’/'dan' atau
konjungsi
- ∨ : ’or’ atau disjungsi
atau ’inclusive or’
- → : implies, atau ’Jika
. . . maka . . .’, atau ’implikasi kondisional’
- ←→ : ’jika dan
hanya jika’, atau ’bikondisional'
1. Negasi
Jika
p sebarang proposisi, penyataan ”not p” atau ”negasi daripada p” akan bernilai
F jika p bernailai T dan sebaliknya. Ditulis dengan ¬p
2.
Konjungsi / conjunction (and )
Konjungsi adalah suatu operator binary atau diadika (diadic). Jika p dan q suatu proposisi, pernyataan p dan
q akan benilai kebenaran T jika dan
hanya jika kedua p dan q mempunyai
nilai kebenaran T, dan ditulis dengan p∧q.
Sifat:
(a)
Komutatif (p ∧ q = q ∧p)
(b) Asosiatif ((p ∧q)∧r = p ∧ (q ∧ r))
3.
Disjungsi (or )
Disjungsi (or ) Pernyataan ”p or q” bernilai T jika dan
hanya jika salah satu p atau q (atau keduanya) bernilai T ditulis dengan p ∨ q.
Sifat:
(a)
Komutatif (p ∨ q = q ∨ p)
(b) Asosiatif ((p ∨ q) ∨ r = p ∨ (q ∨ r))
Terdapat dua pengertian or yaitu inclusive or dan
exclusive or.
Inclusive or peristiwanya dapat terjadi keduanya bersamaan. Exclusive or peristiwanya
tidak dapat terjadi keduanya bersamaan.
4.
Implikasi (Implication)
Arti daripada pernyataan ”if
p then q ” atau ”q if p” atau ”p hanya jika q ”
atau ”q syarat perlu untuk p” atau ”p
syarat cukup untuk q” adalah T jika salh
satu dari p bernilai T dan q bernilai T atau jika
p benilai F.
Ilustrasi dari implikasi adalah sebagai berikut
”Jika Anita pergi
keluar negeri maka ia mempunyai passport”. Penjelasannya adalah sebagai berikut.
(a)
Jika Anita keluar negeri (T) dan Ia mempunyai passport
(T), maka legal (T)
(b)
Jika Anita keluar negeri (T) dan Ia tidak mempunyai
passport (F), maka ilegal (F)
(c)
Jika Anita tidak keluar negeri
(F) dan Ia mempunyai passport
(T), maka legl (T)
(d)
Jika Anita
tidak keluar negeri (F) dan Ia tidak memiliki passport (F), maka legal
(T)
5.
Ekuivalensi
Pernyataan ”p ekuivalen dengan q” mempunyai nilai kebenaran T jika dan
hanya jika p dan q mempunyai nilai kebenaran yang sama ditulis dengan simbol p↔q.
(a)
Komutatif (p ↔ q = q ←→ p)
(b)
Asosiatif ((p ↔ q) ↔r = p ↔ (q ↔ r))
(c)
Pernyataan ¬ (p ↔ q) mempunyai
tabel kebenaran yang sama de- ngan pernyataan p * q
(d)
Perhatikam bahwa ia juga dapat dipikirkan sebagai
pernyataan ”p jika dan hanya
jika q”
(e) Bikondisial
: p ↔ q = (p → q) ∧ (q → p)
Prioritas Operator
Seperti pada ungkapan
dalam ilmu hitung,
maka operator logika
pun terdapat prioritas sebagai
berikut.
1. Operator (¬) prioritas tertinggi
2.
Operator (∧) berprioritas berikutnya
3.
Operator (∨) berprioritas berikutnya
4.
Operator (→)
berprioritas berikutnya
5.
Operator (↔)
berprioritas berikutnya
6.
dan seterusnya operator yang lain
Contoh :
1.
”Saya lapar”
dan ”Saya malas” atau ”Saya bahagia” dan ”Saya telah makan enak”,
berarti
(Saya lapar dan saya malas) atau (Saya bahagia dan saya telah makan
enak)
2.
”Saya lapar ∧ saya sedih ∨ saya bahagia ∧ saya telah kekenyangan”,
berarti
(Saya lapar ∧ saya sedih)
∨ (Saya bahagia ∧ saya telah kekenyangan)
3.
p ∧ ¬q ∨ r → s ↔ p ∨ ¬r ∧ t
Diartikan sebagai
(((p ∧ (¬q)) ∨ r) → s) ↔ (p ∨ (¬r)) ∧ t
Materi di atas adalah beberapa kutipan materi yang sudah di berikan oleh dosen pengampu mata kuliah Logika Informatika. Saya hanya mengutipnya saja, Bagi yang ingin mengetahui file lengkapnya bisa di downlad di sini :